Materi
Pembahasan Sholawat Wahidiyah berisi :
01.
Pengertian Sholawat Wahidiyah;
02.
Naskah Sholawat Wahidiyah;
03.
Terjemah Sholawat Wahidiyah;
04.
Cara Pengamalan Sholawat Wahidiyah;
05.
Sejarah ringkas lahirnya Sholawat wahidiyah;
06.
Dasar dan Faedah Sholawat Wahidiyah.
Selengkapnya
silakan klik di bawah ini dengan baca :

Bismillahir Rahmaanir Rahiim
Tujuan
pokok perjuangan Wahidiyah adalah mengajak ummat masyarakat untuk
segera kembali sadar dan mengabdikan diri kepada Alloh Subhanahu
Wata’ala dengan mengikuti dan menyadari kepada Junjungan kita
Rosululloh Shollalloohu ‘alaihi wasallam syar’an wahaqiqotan,
zhohiron wabathinan. Hal ini sesuai dengan yang senantiasa
dikumandangkan suatu panggilan “FAFIRRUU ILALLOOH” (Larilah
kembali kepada Alloh).
Ajakan
tersebut tidak hanya dengan bentuk ajakan yang bersifat informatif
seperti hanya penyampaian amalan, ajaran atau bimbingan saja, akan
tetapi juga dengan bentuk pembimbingan praktis. Misalnya
tekanan-tekanan tentang penerepan ikhlash LILLAH, iman / tauhid
BILLAH, ittiba’ kepada Rosululloh Shollalloohu ‘alaihi wasallam
(LIRROSUL), dan kepercayaan serta rasa penerimaan jasa dari Beliau
Shollalloohu ‘alaihi wasallam (BIRROSUL) sangat diperhatikan.
Tekanan terhadap penerapan tauhid BILLAH di sini tidak berarti
memberi kelonggaran dalam pelaksanaan syari’at atau amaliah
lahiriah. Karena penerapan LILLAH, LIRROSUL dan seterusnya adalah
pelaksanaan syari’at. Sangat tidak dibenarkan dalam Ajaran
Wahidiyah seseorang yang beranggapan bahwa jika sudah menerapkan
BILLAH (haqiqat) diperbolehkan meninggalkan syari’at.
Ajaran
Wahidiyah bukan merupakan ajaran atau aliran baru yang menyimpang
dari ajaran Islam; melainkan berupa bimbingan praktis yang
dirumuskan dari Al-Qur’an dan Al-Hadits dalam melaksanakan
tuntunan Rosululloh Shollalloohu 'alaihi wasallam. Meliputi bidang
Iman, bidang Islam dan bidang Ihsan. Mencakup segi syari’ah, segi
haqiqah dan segi akhlaq.
Sebelum
kita membahas satu persatu pengertian dan bagaimana penerapan AJARAN
WAHIDIYAH, marilah kita renungkan dan kita fikirkan lebih dahulu
tentang fungsi manusia dihidupkan oleh ALLOH Subhanahu Wata’ala di
dunia ini.
Selengkapnya
silakan klik di bawah ini dengan baca :

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
MUQADDIMAH
ALLOH
(Subhanahu Wata’ala) memberi kepada setiap manusia dua rangkaian
bentuk kekuatan. Kekuatan lahir dan kekuatan batin, kekuatan jasmani
dan kekuatan rohani. Kedua-duanya harus digunakan oleh manusia untuk
memperoleh keselamatan dan kebahagian hidup di dunia dan di akhirat.
Hanya menggunakan kemampuan lahir saja berarti menyia-nyiakan
pemberian ALLOH (Subhanahu Wata’ala) yang berupa kemampuan batin
dan masih tersesat, kemudian terjerumus ke dalam jurang kehancuran.
Begitu juga hanya menggunakan kekuatan batin saja juga termasuk
penyelewengan, yakni tidak mensyukuri ni’mat pemberian ALLOH
(Subhanahu Wata’ala) berupa kekuatan lahir dan oleh karena itu
tidak akan mencapai apa yang dicita-citakan, terkecuali yang
mendapat fadlol khusus dari ALLOH (Subhanahu Wata’ala) . Kemampuan
rohani dan kemampuan jasmani harus digunakan seirama dan seimbang.
Akan tetapi sayangnya,
kebanyakan manusia hanya kekuatan lahir yang digunakan paling
menonjol. Sedangkan kemampuan batin, kemampuan rohani jauh
terbelakang dibanding dengan aktifitas lahir. Padahal sebenarnya
kemampuan lahir itu lebih terbatas jika dibanding dengan kemampuan
rohani, sekalipun kekuatan lahir disediakan pengaturan - pengaturan
dan dibuatkan persiapan - persiapan yang lengkap dan canggih.
Disamping itu pada kekuatan lahir banyak dijumpai resiko-resiko yang
lebih berat dibanding dengan penggunaan aktifitas batin. Dan
penggunaan aktifitas batin itu tidak akan mengganggu pelaksanaan
aktifitas lahir, bahkan menunjangnya. Kemampuan batin atau kemampuan
rohani sebaliknya adalah luas sekali. Tidak terbatas, dan justru
besar sekali menunjang kelancaran penggunaan kemampuan lahir.
Semakin banyak, semakin tekun menggunakan kemampuan rohani, semakin
besar pula potensi bathiniyah seseorang dan semakin dekat kepada
ridlo ALLOH (Subhanahu Wata’ala) dan otomatis semakin mustajab.
Selengkapnya
silakan klik di bawah ini dengan baca :
Bismillaahir
Rahmaanir Rahiim
Konsultasi
Wahidiyah yang dimuat di sini adalah Tanya Jawab tentang Sholawat
Wahidiyah dan Ajaran Wahidiyah yang dimuat dalam surat kabar
"Harian Bangsa" sejak tanggal 15 April 2006. Hanya saja
yang dimuat di sini masih merupakan bahan materi yang dikirim ke
Redaksi Harian Bangsa. Yakni belum diedit. Sekalipun begitu maksud
dan isinya tidak berbeda dengan yang telah diedit oleh Redaktor
Harian Bangsa. Inilah cuplikannya :
Rubrik
ini disediakan bagi para pembaca yang berminat untuk mengajukan
pertanyaan tentang SHOLAWAT WAHIDIYAH DAN AJARANNYA. Silakan kirim
pertanyaan via SMS ke hp. No. 081331259111, a.n KH Mohammad Ruhan
Sanusi, no. 081335577399 a.n. K. Zainuddin Tamsir, malalui e-mail : dpppsw@telkom.net
atau ke Sekretariat DPP PSW. Jangan
lupa menyebutkan nama dan kota.
KONSULTASI
WAHIDIYAH
Diasuh
Oleh : KH MOHAMMAD RUHAN SANUSI
Pertanyaan
(01):
Assalamu
‘alaikum w.w.
Apakah
Sholawat Wahidiyah termasuk thariqah mu’tabarah ? Dari mana sanad
dan silsilahnya ? Mohon jawaban.
Nasir,
Nganjuk. 08135903xxxx
Jawaban
:
Selengkapnya
silakan klik di bawah ini dengan baca :

Penyiar Sholawat
Wahidiyah didirikan oleh Romo KH Abdoel
Madjid Ma’roef Muallif Sholawat Wahidiyah pada awal tahun
1964, untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.
Penyiar Sholawat Wahidiyah
berfungsi sebagai lembaga khidmah kepada Perjuangan Wahidiyah dan
berbentuk organisasi kerja kemasyarakatan keagamaan.
Penyiar Sholawat
Wahidiyah Tingkat Pusat berkedudukan di wilayah Jawa Timur.
Selengkapnya
silakan klik di bawah ini dengan baca :

Dalam
Situs ini dilengkapi materi-materi lain sebagai pendukung kelancaran
Penyiaran, Pembinaan dan Perjuangan Wahidiyah, yakni Perjuangan
Kesadaran kepada Allah Subhanahu Wata'al bagi bangsa, dan ummat
masyarakat Jami'al-alamiin. Antara lain :
01.
Pengkajian Al-Hikam oleh Hadhratusy Syekh Muallif Sholawat Wahidiyah
(buka di sini);
02.
Mutiara hikmah dari Ayat-ayat Al-Qur'an, Al-Hadits dan Aqwalul
'Ulama. (Klik di sini);
03.
Kisah teladan yang bisa diambil hikmahnya untuk pendekatan diri
kepada Allah (Klik di sini);
04.
Pengumuman dan berita kegiatan Wahidiyah; (Klik
di sini);
|